Penulis:
"Luka di kulit bisa sembuh dalam seminggu. Tapi luka di hati karena ucapan jahat, bisa membekas selamanya."
Kedatangan murid baru bernama Rio seharusnya menjadi kabar gembira. Namun, di Sekolah Dasar Pertiwi, Rio justru menjadi sasaran empuk kenakalan Roy dan gengnya. Ejekan demi ejekan membuat Rio semakin pendiam dan kehilangan senyumnya.
Raka melihat semua itu. Namun, rasa takut membuatnya diam. Sampai akhirnya, Lumi—sahabat ajaibnya—berubah warna menjadi abu-abu kelabu, menandakan ada hati yang sedang hancur di dekatnya.
Puncaknya, saat Rio dipojokkan di kelas kosong, Raka harus memilih: Tetap diam menjadi penonton, atau maju menjadi pelindung?
Keberanian Raka memicu keajaiban terbesar Lumi. Cahaya itu tidak lagi berbentuk bola, melainkan bangkit menjadi sosok Harimau Cahaya (Maung Bodas) yang mengaumkan getaran kebaikan.
Sebuah cerita yang menyentuh hati tentang keberanian membela teman dan melawan perundungan (bullying) tanpa kekerasan.
Karena pahlawan sejati adalah dia yang berani berkata: "Cukup! Jangan ganggu temanku!"